CBT (Tes Berbasis Daring)

Well, ada yang beda di pelaksanaan Pekan Tengah Semester (PTS/UTS atau apalah namanya). Secara di Sekolah tempat saya mengajar ini adalah salah satu sekolah swasta terfavorit di kota bandeng. Biasanya dari tahun ke tahun kami hanya menggunakan ujian versi manual, yaitu berbasis kertas…. Namun demi menjaga kelestarian lingkungan yaitu mengurangi penggunaan kertas, dan bagian dari program pemerintah yang telah menggunakan CBT, atau tes berbasis daring. Jadilah kami mengaplikasikannya di PTS kali ini. Konsep ini sangat lah bagus diterapkan. Pertama, sebagai penghematan baik dari tenaga kerja dan bahan. Jika sebelumnya panitia naskah harus berpeluh keringat untuk menggandakan soal, memasukkan ke dalam amplop, me-lem, dan sebagainya. Sekarang mereka cukup duduk manis, karena bapak ibu guru pengampu mata pelajaran tinggal meng copy soal mereka untuk diletakkan pada sistem. Dan hasilnya, semua soal tersimpan di server. Jadi sangat efisien.

Kedua, tingkat kecurangan bisa turun karena peserta didik akan fokus dengan layar laptop ataupun Hp mereka. Pertanyaanny apakah dengan menggunkan Hp apakah tidak bisa googling? Semua sudah dikonsep dengan matang. Wi-fi yang ada di kelas hanya bisa digunakan untuk mengakses soal dan sistem untuk PTS. Selain itu soal dan jawaban bisa di random atau acak. Jadi antara peserta didik yang satu dan yang lain akan berbeda.

Ketiga, karena semua terpusat maka proses pengerjaannya lebih teratur. Soal akan ter close dengan sendirinya setelah batas waktu yg telah ditentukan.

Tapi jangan dikira semuanya positif ya.. beberapa masalah yang akan muncul adalah kestabilan dari server itu sendiri. Bayangkan setiap kelas dipasang wi-fi dan sekitar 1000 anak mengakses di waktu yang bersamaan, pastinya akan chaos jika tidak didukung oleh fasilitas yang memadai. Petugas IT sekolah harus siap siaga jika pengawas mengalami masalah di lapangan.

Masalah lain yang mungkin bisa muncul adalah sistem ini sangat bergantung pada sistem, ketersediaan jaringan internet dan listrik. Jika listrik padam, dipastikan bahwa tes PTS akan ditunda.

Dihari pertama para pengawas kalang kabut dengan sistem, peserta didik pun masih belum terbiasa dengan sistem ini. Namun, menginjak hari ketiga semua telah berjalan lancar dan bisa teratasi. Mudah-mudahan semua usaha ini ada hasilnya untuk kedepannya baik untuk peserta didik itu sendiri maupun sekolah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.